Wednesday, 4 April 2012

Jauhkan Dirimu Dari Orang Munafik

Ibn Juraij mengatakan, “Ucapan orang munafik selalu berbeda dengan perbuatannya. Apa yang ia sembunyikan selalu berbeda dengan  apa yang ia tampakkan. Bathinnya berbeda dengan dhohirnya dan kehadirannya berbeda dengan ketidakhadirannya. Karena itu, nifaq i’tikhadi menjadikan pelakunya kafir dan keluar dari keimanan. Kemunafikan tipe inilah yang ada pada orang-orang munafik di masa Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam."
Di masa perang Badr, yang agung, saat Allah Rabbul Alamin, membuktikan keagungan-Nya serta memuliakan Islam dan para pengikutnya. Di Madinah ada seorang tokoh bernama Abdullah bin Ubai bin Salul. Dia adalah salah seorang pemimpin penduduk Madinah, berasal dari suku Khazraj, dan merupakan pembesar dua kabilah di masa jahiliyah, anggota suku-suku itu, secara aklamasi berjanji mengangkatnya sebagai raja. Kemudian datanglah Islam dan merekapun memeluknya. Abdullah bin Ubai bin Salul pun masuk Islam bersama keluarganya.
Saat perang Badr berkecamuk, Abdullah bin Ubai bin Salul berkata, “Urusan ini sudah jelas”. Kemudian ia menampakkan keIslamannya dan masuklah bersamanya beberapa golongan dan pengikutnya serta kelompok lain dari Ahlul Kitab. Karena itu, kemunafikan mulai ditemukan di dalam tubuh penduduk Madinah dan orang-orang sekitarnya.
Nifaq ‘amal (perbuatan) adalah salah satu dari bagian dosa besar. Pelakunya adalah orang ylang melakukan beberapa perbuatan kemunafikan yang telah dikategorikan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa sallam dalam banyak sabdanya. Seperti perbuatan dengan menyembunyikan kekufuran dan menampakkan keimanan.
Dari Abdullah bin Umar dan Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Shallahu Alaihi Wasallam, bersabda :
Ada empat perkara yagn apabila terkumpul pada diri seseorang, maka ia adalah orang munafik tulen. Dan barangsiapa yang hanya terkumpl salah satu darinya, maka ia telah memiliki tabiat orang munafik sampai ia dapaat meninggalkannya. Yaitu, jika ia dipercaya, maka ia berkhianat, jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia akan ingkar janji, jika berseteru ia akan ber buat keji”.
Kemunafikan digambarkan sebagai sindrom berbahaya bagi setiap individu kaum muslimin. Karena itu, mutlak harus menjauhi sifat-sifat munafik. Kemunafikan juga membahayakan bagi umat manusia, dan hari depan kehidupan. Allah Azza Wa Jalla telah memperingatkan kepada orang-orang mukmin tentang sosok orang-orang munafik. Mereka adalah orang-orang yang lebih pantas untuk dimusuhi, dilawan dan dihadapi sebagai musuh nyata dibandingkan musuh yang jauh lokasinya, sudah diketahui, dan jelas keberadaannya. Allah Rabbul Alamin bersabda :
Dan apabila kamu melihat mereka, tubuh-tubuh mereka menjadkan kamu kagum. Dan jika mereka berkata kamu mendengarkan perkataan mereka. Mereka adalah seakan-akan kau yang tersandar. Mereka mengira bahwa tiap-tiap teriakan yang keras ditujukkan kepada mereka. Mereka itulah musuh (yang sebenarnya), maka waspadalah terhadap mereka, semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan dari kebenaran?”. (Al-Munafiqun : 4)
Allah Azza Wa Jalla mengingatkan orang-orang mukmin, bahwa orang-orang munafik adalah musuh yang sesungguhnya yang harus diwaspadai, awas dari tipu daya, kelicikan dan kencenderungan sikap aniaya mereka. Mereka berusaha menguping kaum mukminin secara sembunyi-sembunyi demi kemaslahatan orang-orang kafir. Allah Ta’ala berfirman :
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka, ialah neraka Jahanam. Dan itulah tempat kembali yang seburuk-buruknya”. (At-Taubah : 73, At-Tahrim : 9).
Dalam ayat ini, ada sebuah bentuk perintah dari Allah Ta’ala kepada Nabi Shallahu Alaihi Wasallam untuk berjihad melawan orang-orang kafir. Secara khusus, wahyu tersebut memperingatkan Nabi Shallahu Alaihi Wasalllam, tentang bahaya orang-oran manufik, tipu daya dan kecenderungan makar mereka.
Diantara sifat nifaq itu dapat menimbulkan berbagai akibat yang sangat buruk, dan mengancam kehidupan manusia. Orang munafik menimbulkan kerusakan yang amat merusak di muka bumi. Mereka akan selalju membuat kerusakan,yang tiada henti-hentinya. Orang-orang manufik akan mencabut agama (Islam) sampai ke akar-akarnya. Meskipun, karena sifatnya kemanufikannya itu, mereka tidak merasa bahwa mereka berbuat kerusakan. Maka, apabila diperingatkan, “Janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi!”, maka mereka akan menjawab, “Kami menghendaki pembangunan, mengeluarkan umat dari kebodohan dan kezaliman menuju ilmu dan cahaya, dari keterpurukan menuju modernitas, dan dari kemunduran menuju kemajuan. Kami hanyalah kalangan orang yang menghendaki reformasi”, ujar mereka.
Hakekatnya mereka adalah para pendusta! Merekalah destruktor (perusak) yang sesungguhnya. Tetapi tidak pernah menyadari, atau pura-pura tidak menyadari, bahwa tindakan atau amal mereka merusak. Mereka mengeluarkan jargon-jargon yang indah dan memikat bagi kaum muslimin, sehingga banyak kaum muslmin yang tertipu oleh bujukan jargon orang-orang munafik itu. Sesungguhnya, mereka itu, yang melakukan kerusakan, baik itu kerusakan terhadap aqidah, pemikiran, ekonomi, sosial, politik, budaya, dan kemiliteran.
Karena itu, jika dicegah perbuatan yang merusak itu, mereka tidak mau ambil peduli. Alasan utama mereka adalah : “Kami adalah para reformis dankalian adalah orang-orang yang tidak menghendaki perubahan. Kami adalah orang-orang yang benar, sedangkan kalian adalah orang-orang yang salah. Kami adalah orang-orang yang cerdas, memiliki visi masa depan, sedangkan kalian orang-orang yang dungu, dan hanya berorienasi ke masa lalu”, tegas orang-orang manufik itu. Allah Ta’ala berfirman :
Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, tetapi mereka tidak sadar”. (Al-Baqarah : 12).
Mereka berusaha melahirkan kaader-kader baru, dan mendidik generasi baru, yang akan memiliki karakter dan sifat-sifat manufik, terutama para ulama jahat (syu’), ulama yang menjilat penguasa fasik, dan para ulama mansuniyah (freemanson),agar mereka dapat melempar berbagai kerancuan di tengah-tengah kaum muslimin dan membuat kaum muslimin ragu dan meninggalkan Islam.
Mereka menyulut kaum muslimin dengan berbagai provokasi pemikiran yang ‘la diniyah’ (sekuler), yang dibunungkus dengan jargon-jargon, yang seakan-akan benar bersumber dari asholah Islam, tapi sebenarnya dari ajaran setan. Mereka banyak mendirikan lembaga pendidikan dengan bungkusan lebel yang sangat indah, menarik kaum muslimin, sekolah-sekolah, lembaga-lembaga, surat kabar, majalah, radio, yang lebih fokus dengan tujuan menyelewengkan ajaran Islam.
Kalangan yang berperan besar menyuburkan kelompok munafik, seperti sejarah awalnya lahirnya, orang-orang munafik, tak lain adalah kalangan Yahudi dan Nasrani, orang-orang yang serupa dengan mereka dan kaum munafik dikalangan umat ini. Mereka bertujuan ingin memadamkan cahaya Allah, dan menanamkan keraguan kepda banyak orang dengan kebenaran. Padahal, mereka sendiri selalu berbantah-bantahan dan bermusuh-musuhan.
Dan, benarlah sebuah ucapan Umar bin Khattab RA, yagn mengatakan, “Yang menghancurkan Islam adalah orang alim yang menyimpang, orang munafik yang pandai mendebat A-Qur’an dan menggunakan Al-Qur’an untuk kepentingan pribadi, serta para pemimpin sesat”, ungkap Umar. Maka, jauhilah mereka, tinggalkanlah mereka, jangan mendekatkan diri kepada mereka, serta lepaskanlah wala’ (loyalitas) kepada mereka. Karena orang-orang munafik itu, tak lain , mereka adalah orang-orang kafir jua. Allah berfirman :
Apakah kamu tiada memperhatikan orang-orang yang munafik yang berkata keapda saudara-saudara mereka yang kafir diantara ahli kitab, ‘Sesungguhnya jika kamu diusir, niscaya kamiun akan keluar bersama kamu, dan kami selama-lamanya tidak akan patuh kdepada seiapapun untuk menyusahkan kamu”. (Al-Hasyr : 11).
Demikkianlah, sebuah fakta dari karakter dasar orang-orang manufik sepanjang sejarah kemanusiaan yang telah berlangsung sejak dahulu kala. Wallahu’alam. 

Sunday, 1 April 2012

Keraguan Hati

Tanda sehatnya hati manusia adalah apapila merasa pasti dan positif tentang kebenaran suatu fakta dan kekeliruan suatu dusta, dan ia dalam keadaan mengetahuai dan yakin.sedangkan tanda penyakit hati sehubungan dengan pemahaman kebenaran dan kepalsuan terdapatlah kecemasan dan keraguan tentang kebenaran suatu fakta dan penolakan suatu kepalsuan.

Sesunguhnya hati yang kosong dari pengetahuan akan kebenaran dan cahaya ilmu dan kepecayaan tak pantas di sebut hati manusia. Hati semacam itu dimiliki oleh orang yang tidak mengenal kehidupan yang suci, dan kehidupannya rendah bagaikan seekor hewan. Keraguan mirip dengan kebutaan. Orang buta senatiasa ragu akan hal yang ada disekelilingnya karena ia tidak akan bisa melihat. Jika suatu terbukti benar karena hikmah ,kesadaran, dan argumen rasional, tetapi orang itu tetep ragu, maka tentulah mata hatinya telah buta. Ia jauh dari anugrah kemampuan untuk merenung. Akal dan syariat, serta timgginya tagung jawab, mewajibkabkan kita semua untuk berusaha sembuh dari penyakit hati.

Keraguan adalah penyakit yang serius yang harus kita hindari.

Al Qur'an menyatkan :



“Dan adapun orang – orang yang didalam hati mereka da penyakit hati maka ( tanda- tanda Allah )menambah kekekotoran pada kotoran ( penyakit ragu ) mereka, dan mereka mati dalam kekafiran. (Qs At - Taubah : 125 )”



Padahal bagi orang yang beriman, tanda - tanda ayat tersebut meningkatkan cahaya pengetahuan akan Tuhan kedalam kesadaran yang kuat dan sehat, juga menambah wawasan dan tingkat perenungan. Ayat ini menunjukan bahwa kebahagian tercurah kehati semacam itu, yang semakin menambah kemampuan pikiran dan pemahaman.



Ketika menjelaskan ayat diatas, Imam Ja'far Shodiq as berkata : “Makna rijsam' ( kekotoran ) dalam ayat ini adalah keraguan. Jadi, satu keraguan ditambah ke keraguan mereka”.


Sebagian Muslim tidak memiliki iman yang tulus dan keyakinan yang teguh kepada Allah, Rasul, dan Akhirat. Mereka berada dalam kondisi ragu. Mereka menganut islam dengan tujuan meperoleh keuntungan duniawi. Jika mereka medapat karunia dalam bentuk kekayaan, keamanan, dan keinginan materealitisnya terpenuhi, maka kepercayaannya akan teguh. Tetapi sebaliknya jika mendapatkan kesulitan, kemiskinan, penyakit dan kesengsaraan lain yang menimpanya. Ia akan meninggalkan agama dan berbalik ke kafiran. Mereka juga terjebak dalam kerendahan dan penjara dunia serta patut mendapatkan hukuman di akhirat. Sesungguhnya mereka menderita kerugian di dunia.


Orang orang seperti itu tak ubahnya seperti tentara dibelakang barisan. Ketika telah tiba waktunya untuk mengambil rampasan perang ,ia maju dibarisan paling depan dan ketika resiko kalah terlihat dialah orang pertama yang kluar dari medan pertempuran. Pernyataan beriman mereka pun sebatas lisan semementara hati mereka jauh dari beriman atau keyakinan. Dari ayat diatas jelaslah orang yang ragu ragu ( tentang agam mereka ) sesungguhnya akan merasakan kerugian didunia sebagaimana juga diakhirat . Bahkan sesungguhnya keraguan adalah tanda tidak bersihnya hati. Seharusnyalah setiap orang muslim menjaga hatinya untuk suci dari kotoran itu dan menghiasi dengan cahaya tauhid. Dan mudah – mudahan kita termasuk hamba didalamya...amin

Saturday, 24 March 2012

Ciri-ciri wanita solehah

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
  • Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
  • Wajib menutup aurat
  • Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
  • Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
  • Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
  • Berbuat baik kepada ibu & bapa
  • Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
  • Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
  • Bersikap baik terhadap tetangga
2. Taat kepada suami
  • Memelihara kewajiban terhadap suami
  • Sentiasa menyenangkan suami
  • Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
  • Tidak cemberut di hadapan suami.
  • Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
  • Tidak keluar tanpa izin suami
  • Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
  • Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
  • Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya
  • Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga
Faktor Yang Merendahkan Martabat Wanita
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak azasi palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
  1. Lupa mengingat Allah
    Karena terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
    Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jaathiah, ayat 23, artinya:
    “Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya.”
    Sabda Rasulullah s.a.w., artinya:
    “Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan.” (Riwayat Tirmidzi)
    Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berdzikir, tetapi termasuk menghadiri majelis-majelis ilmu.
  2. Mudah tertipu dengan keindahan dunia
    Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang berbuat durhaka kepada Allah s.w.t. hanya karena kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
    Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An’am, artinya:
    “Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir.”
  3. Mudah terpedaya dengan syahwat
  4. Lemah iman
  5. Bersikap suka menunjuk-nunjuk.
Ad-dunya mata’ , khoirul mata’ al mar’atus sholihah
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.
Wallahu a’lam bish-showab

TANDA TANDA ORANG KAFIR

Surat Al Baqarah 6 ~ 7



6. Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman.

7. Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup dan bagi mereka siksa yang amat berat.

Setelah menjelaskan tanda tanda orang bertaqwa yang akan beroleh kemenangan dan kebahagiaan didunia dan akhirat , maka Allah SWT. menjelaskan pula tanda tanda orang yang kafir. Orang bertaqwa adalah orang yang layak dan siap untuk memikul amanah yang dipikulkan Allah pada manusia sebgai khalifah Allah dibumi ini, sebaliknya orang orang kafir adalah musuh musuh Allah dan Rasul-Nya yang akan menantang para khalifah Allah secara terang terangan.

Kafar atau kufur menurut bahasa adalah menutupi atau tertutup. Orang kafir adalah orang yang tertutup hatinya sehingga tidak mendapat cahaya nur dari hidayah Allah atau nur al-Quran..Oleh karena mata hatinya tertutup maka sama saja magi dia apakah diberi hidayah atau tidak. Seperti halnya orang yang menutupi matanya, maka sama saja bagi dia ada cahaya disekitarnya atau tidak tidak, dia tetap saja dalam keadaan gelap gulita.Demikianlah yang diungkapkan Allah SWT. mengenai sifat atau tanda tanda orang yang kafir.:” Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman”(ayat 6).
Kenapa hati orang kafir tertutup? Apa yang menutupinya? Hati manusia pada dasarnya dalam keadaan fitrah, terbuka untuk menerima hidayah dari Allah SWT. akan .Akan tetapi bila manusia itu memeperturutkan atau mempertuhan hawa nafsunya maka hatinya akan kotor dan tertutup. Bila hati manusia telah tertutup kepada yang haq (hidayah), maka mata dan telinganya pun akan tertutup pula.

Jadi akibat tingkah laku dan perbuatan manusia yang kafir atau durhaka kepada Allah itulah, makanya Allah mengunci hati, telinga dan mata mereka,”Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup (.pangkalayat 7).

Firman Allah SWT.:

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya. Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?(QS.Aljatsiah 45:23)

Demikianlah adanya orang yang kafir, atau orang mengaku muslim atau mukmin tapi hatinya kufur, durhaka kepada Allah, tidak mempedulikan perintah dan larangan Allah karena dia telah bertuhan kepada hawa nafsu sebagai disitir ayat diatas.Kendatipun demikian keras kumandangan azan, namun telinganya tidak mendengar azan itu, karena memang hatinya tidak pernah tersentuh untuk menyahuti azan dan tersentuh untuk melakukan shalat. Kendatipun jalan kemeskjid cukup terang benderang namun dia tidak melihat jalan kemesjid itu .Kendatipun rumahnya berdampingan dengan mesjid, dan setiap waktu dia mendengar pengajian melalui pengeras suara dari mesjid, namun hatinya tidak pernah tersentuh sedikitpun dengan pengajian tersebut, bahkan telingapun seakan akan tidak pernah mendegngar pengajian tersebut.

Akibat dari perbutan orang kafir yang durhaka kepada Allah itu maka Allah akan mengaazabnya dengan azab yang berat,“dan bagi mereka siksa yang amat berat”(akhir ayat 7 )..

Azab yang akan diterima orang kafir atau orang yang durhaka kepada Allah bukan hanya diakhirat kelak, tapi juga didunia ini.Allah telah memperlihatkan bukti sejarah betapa kaum yang durhaka penantang Allah dan Rasulnya mendapatkan hukuman yang dahsyat dari Allah SWT. Allah telah menenggelamkan Firaun dan bala tentaranya kedalam lautan yang dalam. Kaum “Ad dibinasakan Allah dengan angin puting beliung yang memporak perandakan perkampungan mereka sehingga tinggal hanya serpihan saja lagi. Kaum Tsamud dilumpuhkan Allah dengan petir dahsyat yang menyambar perkampungan mereka (QS.Adz-Dzariat 51:38-45). Sedangkan kaum nabi Nuh ditelan oleh tsunami yang maha dahsyat (QS.al-Qamar 54:9-16).

Bukan hanya hukuman masal pada negeri negeri yang mayoritas telah durhaka Allah menurunkan siksaNya didunia ini, bahkan secara peribadi manusia manusia yang tidak mempedulikan ayat-ayat Allah, tidak peduli dengan peringatan dan agama Allah maka Allah akan menimpakan hukuman pada mereka, karena Allah itu Maha Adil dan Maha Berkuasa. Firman Allah SWT.:

Dan siapa berpaling dari peringatan-Ku, Maka Sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".(QS.Thaha 20:24).

Menurut Ibnu Katsir, mereka yang durhaka kepada Allah dihukum Allah dengan kehidupan yang sempit, yang sempit adalah hati mereka. Kendatipun rumah mereka besar dan mewah, tapi hati mereka sempit, hati mereka tidak pernah tenang, selalu resah dan gelisah.

Adapun hukuman diakhirat kelak mereka akan memenuhi neraka jahanam. Firman Allah SWT.:

Dan Sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai.(QS.Al-A’raf 7:179)

Tidak sedikit ayat ayat al-Quran yang mengancam orang –orang kafir dengan neraka, antara lain firman Allah SWT:

Dan peliharalah dirimu dari api neraka, yang disediakan untuk orang-orang yang kafir.(QS.Ali Imran 3:131).

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.(QS.At-Taubah 9:68)

Dan orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itulah penghuni-penghuni neraka, mereka kekal di dalmnya. dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.(QS.At-Taghabun 64:10).

Siapa yang mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka Sesungguhnya baginyalah neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.(QS.Al-Jin 72:23)

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk.(QS.Al-Bayinah 98:6).

SIRATH

Sirath adalah Jembatan yang dibentangkan di atas neraka untuk di seberangi oleh orang-orang mukmin yang menuju surga .
SIFAT SIRATH
Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda :

"Sesungguhnya Nabi pernah di tanya tentang Sirath maka beliau berkata : "Tempat menggelincirkan di atas nya ada besi penyambar dan pengait dan tumbuhan berduri yang besar, ia mempunyai duri yang membahayakan seperti yang ada di Najed yang di sebut pohon Su'dan ." (HR. Bukhari)

Di dalam Shahih Muslim dari Abi Said, Nabi Shalallahu 'Alaihi Wa salam bersabda: "Telah sampai kepada ku bahwasanya Sirath itu lebih tipis dari rambut dan lebih tajam dari pedang ."
Orang Mukmin dan orang munafik melewati sirath setelah orang kafir dilemparkan ke neraka .

CARA MENDATANGI SIRATH
1. Orang-orang kafir mendatangi neraka, yaitu datang memasuki neraka itu sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :
"Ia berjalan di muka kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Neraka itu seburuk-buruk tempat yang didatangi ." ( QS. Huud : 98 )
Orang-orang kafir digiring menuju Neraka dengan berkelompok-kelompok Atau kalau tidak begitu mereka di himpun dengan diseret diatas muka-muka mereka, sebagaimana pula telah kami jelas pada postingan kami Masa Ujian Bagi Kaum Mukminin kemarin .

2. Adapun orang-orang mukmin mendatangi Sirath itu sesuai dengan Amalan mereka , Rasulullah bersabda :
"Ada yang melewati sirath laksana kejapan mata, ada yang seperti kilat dan ada yang seperti burung, ada yang seperti tiupan angin, ada pula yang terbang seperti burung dan ada yang menyerupai orang yang mengendarai kuda, ada yang selamat seratus persen, ada yang selamat dengan kondisi lecet-lecet dan ada juga yang di tenggelamkan di neraka jahannam ." (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang pertama menyeberangi Sirath adalah Nabi Muhammad Shalallahu 'Alaihi Wa salam dan para pemimpin umat beliau .
Rasulullah bersabda :
"Aku dan umatku yang paling pertama yang diperbolehkan melewati Sirath dan ketika itu tidak ada seorangpun yang berbicara kecuali Rasul dan Rasul berdo'a Ya Allah... selamatkanlah, Ya Allah... selamatkanlah ." (HR. Bukhari)

Allah menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dari Shirat sebagaimana firman Allah :
"Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertaqwa dan membiarkan orang-orang yang dzalim di dalam neraka dalam keadaan berlutut" . (QS.Maryam : 72)

Imam Baihaqi meriwayatkan dengan sanad dari Masruq dari Abdullah berkata :
"Allah akan mengumpulkan manusia pada hari kiamat nanti dan Mereka akan di anugerahi cahaya sesuai dengan amal perbuatan mereka. Di antara nya ada yang memperoleh cahaya di hadapan nya, ada juga mendapatkan cahaya lebih besar dari pada itu, ada yang memperoleh cahaya sebesar pokok kurma di sebelah kanan nya, ada juga yang lebih kecil dari pada itu sampai yang paling ujungnya.
Ada juga yang mendapatkan cahaya cuma di ujung kakinya, sebentar-bentar menyala lalu mati lagi. Kalau sedang menyala ia memajukan kaki nya dan apa bila sedang mati maka ia tegak berdiri .

Lalu beliau melanjutkan : Maka orang itu dan lainnya melewati titian tadi. Sedangkan titian itu pipih bagaikan mata pedang licin dan tajam. Di perintahkan kepada mereka :
Lewatlah kalian menuruti cahaya masing- masing, di antara mereka ada yang lewat bagaikan lesatan bintang-bintang , ada yang lewat bagaikan angin, ada juga yang lewat bagaikan kejapam mata, ada pula yang seperti kuda tunggangan yang kencang dan ada lagi yang berjalan miring, mereka semua berjalan sesuai dengan kadar amal mereka sampai datang orang yang cahayanya cuma diujung jempol kaki nya untuk lewat. Satu tangannya terlepas dan tangan lainnya bergelantungan juga satu kakinya terlepas dan kaki lainnya bergelantungan, sedangkan pinggir-pinggir tubuhnya di jilat api jahannam, maka selamatlah mereka sampai ke seberang.
ketika sampai mereka berkata : Segala puji bagi Allah yang telah menyelamatkan kami dari kamu (api neraka) Sungguh Engkau telah memberikan kepada kami suatu pemberian yang belum pernah di peroleh seorangpun juga.

Mari kita simak firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikut ini :
"(yaitu) pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan , sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan sebelah kanan mereka , (dikatakan kepada mereka) : Pada hari ini ada berita gembira untuk mu , (yaitu) surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai yang kamu kekal di dalamnya . Itulah keberuntungan yang banyak" . (QS. Al-Hadiid : 12)

"Pada hari ketika orang-orang munafik laki-laki dan perempuan berkata kepada orang-orang yang beriman : "Tunggulah kami supaya kami dapat mengambil sebahagian dari cahaya mu . Dikatakan (kepada mereka) : "Kembalilah kamu ke belakang dan carilah sendiri cahaya (untuk mu) . Lalu di adakan diantara mereka dinding yang mempunyai pintu . Di sebelah dalamnya ada rahmat dan di sebelah luarnya dari situ ada siksa" . (QS. Al-Hadiid : 13)

"Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang mukmin) seraya berkata : "Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu ?" Mereka menjawab : "Benar , tetapi kamu mencelakan dirimu sendiri dan menunggu (kehancuran kami) dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah; dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu" . (QS. Al-Hadiid : 14)

Demikian share ringkas dan sederhana tentang SIRATH atau titian Sirathal Mustaqim ini yang masih di nukil dari buku yang sama seperti halnya Artikel sebelumnya pada kategori Hidup Sesudah Mati....,selanjutnya "Neraka" (AN NAR) dan semoga kita semua Selamat dalam meniti Sirathal Mustaqim ini , dan sampai ketujuan yaitu Syurga . Insya Allah.....!!

Newer Posts Older Posts Home